Forum Konsultasi
Lebih Jeli Mengidentifikasi Target Pelanggan
Tanya:
Selamat siang Bu Annisa,
Menarik sekali membaca artikel-artikel di sini. Memang benar dunia marketing mempunyai sesuatu yang bisa di bilang tanpa batas, setiap waktu terjadi banyak perubahan.
O ya, perkenalkan nama saya Bangun. Saat ini bersama teman sedang menjalankan usaha building’s internet access, dimana kita memberikan pelayanan internet di setiap kos-kosan terutama para mahasiswa.
Sayangnya, dalam perjalanannya kami menemukan hambatan dalam memaksimalkan jumlah pelanggan di setiap kos-kosan.
Bangun Satrio - mohandas_bk@yahoo.com
_____________________________________
Jawaban:
Salam kenal Pak Bangun Satrio,
a. Product end user – pengguna jasa koneksi internet di kos-kosan; para penghuni dan penyewa kos beserta fasilitas yg menyertainya, yakni Mahasiswa, pekerja, dsb,
b. Pemilik usaha rumah kos; pihak yang memiliki Buying Decision power. Mereka ini berkepentingan memaksimalkan kualitas layanan dan fasilitas rumah kos untuk menarik calon penghuni kos, serta mempertahankan penghuni kos agar kerasan dan nyaman.
Bila kita membidik mahasiswa sbg pengguna akses internet, apakah kita juga harus menawarkan produk internet access tersebut ’langsung’ kepada mereka juga sebagai penghuni (penyewa) rumah kos?
Pemilik kos juga akan lebih mudah menarik penghuni kos – para mahasiswa yang memang sangat membutuhkan akses internet. Otomatis penghuni kos yang memilih untuk tinggal di rumah kos tersebut adalah mereka yang memang bersedia membayar lebih mahal (bila dibandingkan rumah kos lain) untuk menikmati fasilitas ekstra layanan akses internet. Karena mereka (mhs tersebut memang membutuhkan kepraktisan akses internet tersebut)
Akan lebih tepat sasaran bila kita fokuskan target pelanggan produk Internet Access kepada para pemilik dan pengelola rumah kos segmen mahasiswa dengan Status Ekonomi Sosial kelas Menengah ke Atas. Mahasiswa yang memiliki laptop / notebook, atau setidaknya komputer di kamar mereka.
Notabene biasanya mahasiswa berkocek tebal. Mahasiswa yang uang sakunya pas-pasan akan lebih memilih ke warnet untuk berinternet karena mereka sangat perhitungan dalam hal pengelolaan uang saku. Meski lebih repot sedikit, ke Warnet memberikan benefit layanan dengan harga lebih murah. Apalagi warnet biasanya banyak bertebaran di sekitar kampus.
Jadi intinya, kita bebankan ”target” perolehan jumlah pengguna akses internet (dari kalangan penghuni rumah kos) kepada pemilik kos untuk mengelolanya. Dengan kata lain, lebih bijak bila kita fokus memperoleh market (pelanggan) dari kalangan pemilik usaha rumah kos.
Semoga informasi ini cukup bermanfaat dan dapat memberi inspirasi ide-ide.
Salam sukses,
Annisa Wardani
STRATEGI MARKETING Usaha Aksesoris
Selamat siang mbak Nisa,
Terima kasih artikelnya sangat membantu saya:) Saat ini saya baru memulai usaha aksesoris skala kecil, masih dikerjakan sendiri. Untuk penjualan masih saya lakukan pada lingkup kantor & menitipkan ke toko-toko teman.
Mohon bantuannya bagaimana cara mengembangkan pemasaran, karena pada intinya selling adalah segalanya, menurut saya semua orang pasti bisa membuat, tetapi belum tentu dapat menjual.
wass
Yosi (yosiqc@directseafoodasia.com)
___________________________________
Jawab:
Dalam merintis bisnis, yang paling menantang dan sulit adalah memasarkan. Semua orang bisa ’membuat’ dan memproduksi. Tapi belum tentu apakah produk yang diproduksi tersebut bisa menjawab ’kebutuhan’ dan keinginan konsumen. Ketika produk sudah sesuai dg keinginan konsumen, belum tentu juga produk tersebut sukses diserap oleh pasar dan menjangkau target konsumen secara efektif.
Dalam sesi-sesi mentoring privat saya, saya selalu menekankan dua hal kepada rekan-rekan yang baru merintis usaha:
a. Pemilihan ceruk pasar (niche) dan target market (kelompok konsumen) yang masih terbuka peluang pasarnya. Sudah banyakkah pengusaha aksesoris lain yang terjun membidik kelompok konsumen penggemar aksesoris yang sama seperti kita? Seberapa ketatkah tingkat persaingannya?
Ibu Yosi selama ini membidik kalangan penggemar aksesoris yang funky ataukah klasik? Beda desain aksesoris berarti biasanya beda pula karakter profil target pembelinya.
Hal-hal dan fasilitas apa saja yang masih
kurang dari kualitas produk dan layanan pesaing yang sudah ada? Dengan benar-benar jeli mengamati produk pesaing yang sudah lebih dulu ada, kita akan tahu kekurangan-kekurangan mereka.
Adakah keunikan desain aksesoris yang sudah Ibu Yosi tawarkan selama ini?
Bila orientasi kita sbg produsen dan menjual retail membuka counter sendiri.. Seperti contohnya ”Shafira” (produk fashion muslimah),.. maka yang perlu dipertimbangkan matang-matang adalah srategi mengemas citra produk dan citra outlet.
Ada banyak alternatif medium dan channel marketing. Alternatif paling tepat bagi kita yang merintis usaha adalah dengan jeli melihat dan menangkap peluang kerjasama pemasaran dengan pihak-pihak lain yang menawarkan produk dan jasa yang sifatnya komplementer dg kita.
Best Regards - Annisa Wardani
